ilustrasi kejadian 50 15 21

Kejadian50:15. Ketika saudara-saudara Yusuf melihat, bahwa ayah mereka telah mati, berkatalah mereka: "Boleh jadi Yusuf akan mendendam p kita dan membalaskan sepenuhnya kepada kita segala kejahatan yang telah kita lakukan kepadanya. q ". Ketika saudara-saudara Yusuf menyadari bahwa ayah mereka telah mati, mereka berkata, “Mungkin saja Yusuf IlustrasiKristen, Renugan Kristen. Persatuan Yang Mendatangkan Berkat. Bacaan Alkitab hari ini. Mazmur 133:1, “Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!”. Sejak kecil kita diajarkan, satu ditambah satu jawabannya adalah dua. Tetapi cara berhitung Allah ternyata berbeda: satu ditambah satu View HISTORY 10360 at University of Notre Dame. MAKALAH AUDIT KINERJA PEMERINTAH DAERAH “Iustrasi Audit Kinerja” DOSEN PENGAMPU MATA BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Berdasarkan PP Nomor 60 Tahun 2008 pasal 50 ayat (2), Kejadian tersebut terjadi beberapa kali namuntidakterlalu Ilustrasi- Kepala Divisi Propam Polri nonaktif Irjen Pol. Ferdy Sambo usai jalani pemeriksaan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (4/8/2022). ANTARA/Laily Rahmawaty/am. Jakarta (ANTARA) - Mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo diduga melanggar prosedur penanganan tempat kejadian Yusufmenghiburkan hati saudara-saudaranya (Kitab Kejadian 50:15-21) Gen 50:15 Ketika saudara-saudara Yusuf melihat, bahwa ayah mereka telah mati, berkatalah mereka: "Boleh jadi Yusuf akan mendendam kita dan membalaskan sepenuhnya kepada kita segala kejahatan yang telah kita lakukan kepadanya." Gen 50:17 Beginilah harus kamu katakan kepada Er Sucht Sie Frankfurt Am Main. Hidup bersama dalam satu keluarga tidak selalu mudah untuk banyak orang. Masing-masing terikat secara biologis dan emosional. Jumlah dan tingkat interaksi juga relatif sangat sering dan intensif. Dalam situasi seperti ini gesekan menjadi tidak terelakkan dan terus berulang. Situasi ini dapat melahirkan sebuah bahaya. Gesekan yang tajam atau konstan seringkali sukar untuk disembuhkan. Tidak jarang antar anggota keluarga saling memendam dendam. Anggota keluarga kadangkala menjadi musuh dalam selimut. Dihindari tidak memungkinkan, dibiarkan sangat menyakitkan. Ketika keadaan ini terjadi, setiap orang perlu mengingat bahwa kebencian adalah kebodohan karena seseorang memilih kesakitan yang lebih panjang. Pengampunan memang mungkin lebih menyakitkan, tetapi sesudahnya akan memberikan kelegaan. Teks kita hari ini mengisahkan suatu keadaan dalam sebuah keluarga yang cukup rentan bagi terjadinya pelampiasan dendam. Keluarga Yakub seluruhnya sudah berada di Mesir selama bertahun-tahun. Yusuf yang menjadi kepercayaan Firaun menyediakan segala kemudahan dan kenyamaman bagi mereka. Sebuah keluarga besar yang diikat oleh figur maskulin dominan, yaitu Yakub. Persoalannya, Yakub telah meninggal dunia 4929-5014. Saudara-saudara Yusuf merasa kuatir dengan keadaan ini. Mereka ingat bagaimana mereka dahulu telah berbuat jahat kepada Yusuf. Apakah Yusuf akan melampiaskan dendam setelah kepergian ayah mereka 5015? Kekuatiran ini sendiri bukan tanpa alasan. Kita yang berada dalam situasi seperti mereka juga mungkin akan berpikiran sama. Sejauh ini tidak ada pernyataan eksplisit dari Yusuf bahwa dia mengampuni saudara-saudaranya. Pada saat mereka pertama kali mengenal siapa Yusuf yang sebenarnya dan merasa ketakutan, Yusuf hanya menyinggung tentang rencana Tuhan 455-7, bukan tentang pengampunan. Mereka juga pasti mengingat kisah Esau yang memendam dendam terhadap Yakub. Esau tidak mau membunuh Yakub karena dia tidak mau menambah kesedihan ayahnya yang sangat mengasihi dia. Dia menunggu sampai kematian Ishak 2741. Akankah hal yang sama sedang direncanakan oleh Yusuf atas saudara-saudaranya? Bukankah pemikiran seperti wajar mengingat Yusuf memang sangat dekat dan paling disayang oleh Yakub 372-3? Apakah selama ini kebaikan Yusuf terhadap seluruh keluarga besar sebenarnya hanya ditujukan untuk dan dilakukan demi ayahnya saja? Setelah alasan seperti ini tidak ada lagi, apakah Yusuf akan terus memerlakukan keluarga besar ini dengan baik? Upaya perdamaian Sebagai tindakan untuk berjaga-jaga, saudara-saudara Yusuf perlu menyiapkan sebuah rencana yang matang. Meninggalkan Mesir secara diam-diam jelas tidak mungkin untuk dilakukan. Jika Yusuf sampai mengetahui hal itu dia akan semakin kesal dan bisa saja membunuh mereka di tengah jalan. Jika terus tinggal di Mesir, mereka perlu menyiapkan diri untuk yang terburuk. Di tengah situasi yang serba tidak menentu ini paling tidak dari perspektif mereka, mereka mulai menyusun sebuah strategi perdamaian dengan Yusuf. Mereka mengirimkan utusan untuk menyampaikan isi hati mereka kepada Yusuf ayat 16 “mereka menyuruh menyampaikan pesan ini kepada Yusuf”. Tidak ada satupun dari mereka yang berani menyampaikannya secara langsung. Pengiriman utusan untuk melakukan langkah awal perdamaian ini sangat mirip dengan strategi Yakub ketika dia mencoba berdamai dengan Esau 3212-24. Pada waktu itu Yakub membagi rombongannya menjadi beberapa barisan dengan tujuan untuk meredakan kemarahan Esau secara bertahap 3220. Anak-anak Yakub tampaknya telah belajar sangat banyak dari ayahnya. Strategi perdamaian yang lain yang dilakukan oleh saudara-saudara Yusuf adalah menggunakan nama ayah mereka figur yang sangat dihormati dan disayangi Yusuf. Entah pengatasnamaan ini benar atau hanya karangan mereka saja, isinya terlihat sangat persuasif 5016-17. Saudara-saudara Yusuf menyebut Yakub di depan Yusuf dengan sapaan “ayahmu” bukan ayah kita. Mereka mungkin ingin menegaskan kedekatan spesial antara Yusuf dan Yakub. Dalam pesan tersebut, Yakub dikatakan memohon kepada Yusuf. Dalam teks Ibrani kata yang dipakai bukan hanya “Ampunilah kiranya…” LAITB. Ada permohonan yang sangat mendalam di dalamnya ESV/NLT “please”; KJV “I pray thee now”; NASB “I beg you”. Jika Yakub memang benar-benar mengucapkan kalimat ini dengan cara seperti ini, sangat sukar bagi Yusuf untuk berkata tidak. Strategi terakhir yang digunakan oleh saudara-saudara Yusuf adalah menawarkan diri mereka sebagai budak 5017b-18. Tindakan ini jelas sangat ironis. Salah satu alasan mereka dahulu membenci Yusuf adalah mimpinya. Yusuf beberapa kali menceritakan mimpi bagaimana dia nanti akan menjadi pemimpin atas saudara-saudaranya. Dia bahkan dijuluki “tukang mimpi” oleh saudara-saudaranya 3719. Kekesalan atas mimpin inilah yang mendorong mereka untuk menjual Yusuf 3720. Kini mereka bahkan menawarkan diri secara sukarela untuk semakin menggenapi mimpi itu! Sangat ironis! Untuk bertahan hidup, orang memang cenderung nekat melakukan apapun. Tidak ada ruang untuk dendam Melihat upaya saudara-saudaranya untuk memohon belas kasihan dari dia, Yusuf menangis dengan keras 5017b. Kata Ibrani yang sama digunakan pada saat Yusuf menangisi kematian ayahnya 501. Ini adalah kesedihan yang luar biasa. Apakah Yusuf kecewa dengan ketidakpercayaan saudara-saudaranya atas ketulusan kebaikannya kepada mereka? Apakah Yusuf memercayai pengatasnamaan ayahnya dan kecewa dengan ayahnya juga? Kita sukar untuk mengetahuinya secara pasti. Bagi penulis Alkitab, yang penting tampaknya bukan apa yang diraskana oleh Yusuf, tetapi apa yang dia katakan dan lakukan. Apa yang kita rasakan tidak akan berarti jika tidak termanifestasi. Yusuf menunjukkan bahwa dia tidak pernah menyimpan dendam terhadap saudara-saudaranya. Jika tidak ada dendam, apa yang perlu untuk dilampiaskan? Tidak ada yang perlu dicemaskan oleh saudara-saudara Yusuf. Tindakan ini terbilang luar biasa. Yusuf memiliki segala alasan untuk meluapkan dendamnya kekuasaan & kesempatan. Dia punya kuasa untuk melampiaskan dendam. Dia punya kesempatan untuk melakukannya sekarang. Strategi perdamaian yang dilakukan saudara-saudaranya hanya menambah satu alasan lagi untuk berbuat jahat kepada mereka. Namun, Yusuf tidak melakukannya. Hal ini mengajarkan bahwa gesekan memang tidak terhindarkan, tetapi membalaskan dendam adalah pilihan. Apa yang dilakukan oleh orang lain kepada kita tidak boleh mendikte perasaan dan tindakan kita. Bagaimana kita mampu membuang dendam dan memberikan pengampunan? Kuncinya terletak pada perspektif hidup yang berpusat pada Allah teosentris. Melihat dari atas akan memberikan cara pandang yang baru dan benar-benar berbeda 5019-21. Pertama, kita tidak boleh mengambil hak prerogatif Allah 5019. Yusuf tahu menempatkan diri dengan bijak. Kekuasaannya yang begitu besar di tanah Mesir tidak membuat dia menjadi sombong dan bertindak seolah-olah dia adalah Allah. Dia berkata “Aku inikah pengganti Allah?” Ucapan yang sama pernah dikatakan oleh Yakub pada saat Rahel, isteri yang paling dia cintai, terbakar oleh iri hati dan ingin bunuh diri gara-gara tidak dapat memberikan keturunan kepada Yakub 301-2. Ucapan ini sangat pantas sekali. Yang mampu membuka kandungan adalah Allah 2521, bukan manusia. Yakub jelas tidak bisa melakukan apapun untuk Rahel. Yusuf tampaknya belajar banyak dari ayahnya. Dia bukan Allah. Dia tidak boleh mengambil hak prerogatif Allah. Pembalasan dendam sebagai bentuk keadilan adalah hak penuh Allah Ul. 3235-36. Balas dendam adalah penghinaan & perampasan hak Tuhan. Kedua, menyadari intervensi dan tujuan ilahi dalam setiap keburukan 5020. Allah dapat memunculkan kebaikan dari sebuah situasi yang tidak baik Rm. 828. Dia tidak tinggal diam dan sekadar membiarkan suatu peristiwa. Dia turut bekerja di dalamnya. Sama seperti saudara-saudara Yusuf mereka-rekakan yang jahat dengan sengaja, demikianlah Allah mereka-rekakan hal yang sama untuk kebaikan Yusuf. Apa yang dilakukan oleh saudara-saudara Yusuf justru dipakai oleh Tuhan untuk merealisasikan rencana besar-Nya. Sebagian orang hanya memberi ruang yang sempit untuk kedaulatan Allah dalam kehidupannya. Mereka hanya mengatakan bahwa Allah membiarkan atau mengizinkan peristiwa-peristiwa yang buruk. Jika Dia cuma mengizinkan, bagaimana semua proses itu dapat disebut rencana Allah? Bagaimana kita dapat meyakini bahwa Dia mereka-rekakan sesuatu yang baik dalam hidup kita? Apa yang terjadi pada Yusuf mengingatkan kita bahwa dari perspektif Tuhan, objek balas dendam seharusnya menjadi objek balas budi. Para pendendam kita adalah para pelaksana rencana Allah bagi kita. Mereka sedang “mengupayakan” kebaikan kita. Banyak orang tidak bisa melihat kebaikan Allah dalam peristiwa-peristiwa buruk yang mereka alami karena mereka memahami kebaikan dengan cara yang keliru. Berbeda dengan banyak orang, Yusuf memahami kebaikan ilahi bukan pada taraf personal untuk kenyamanan dia sendiri. Dia tidak menyebutkan posisinya yang tinggi di Mesir. Sebaliknya, dia menjelaskan kebaikan itu dengan kalimat “yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar” 5020b. Kebaikan ilahi adalah pemenuhan rencana-Nya, bukan rencana kita. TUHAN sudah mengatur agar manusia berkembang biak dan memenuhi bumi untuk menguasainya 128. Secara khusus Dia sudah berjanji untuk menjadikan Abraham sebagai bangsa yang besar 121-3. Jika kelaparan besar melanda semua bangsa kuno, rencana tersebut bisa batal. Allah jelas tidak menghendaki hal itu terjadi. Dia membangkitkan Yusuf sebagai solusi. Yusuf sangat memahami “skenario” ilahi ini. Kebaikan dari Tuhan harus dilihat dari skala yang lebih besar tidak selalu personal. Teladan kasih yang jauh lebih sempurna ditunjukkan oleh Allah bagi kita. Pemberontakan manusia tidak menghalangi Dia untuk disamakan dengan mereka. Kristus menjadi manusia dan masuk ke dalam dunia kita yang berdosa. Dia datang bukan untuk membawa penghukuman, tetapi pengampunan. Dia menanggung semua dosa kita di atas bahu-Nya. Apa yang Dia jalani jelas tidak nyaman bagi Dia, tetapi semua itu mendatangkan kebaikan. Bagi Dia yang terpenting adalah realisasi rencana Allah. Realisasi ini memuliakan nama Allah dan menyenangkan hati Allah. Siapkah kita yang sudah diampuni untuk melepaskan pengampunan? Soli Deo Gloria. Introitus Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Roma 1217 Bacaan Kisah Para Rasul 191-7; Khotbah Kejadian 5015-21 Thema Roh Kudus memampukan kita saling mengampuni 1 Sebagaimana dahulu Yusuf memanggil ayahnya Yakub dan saudara-saudaranya untuk berpindah ke Mesir, dan Yusuf memberikan tanah yang subur bagi mereka di daerah Gosyen di pinggiran sungai Nil. Membuktikan bahwa Yusuf sebenarnya tidak mendendam pada siapapun, karena ia menyadari bahwa rencana Allah untuk merubah manusia itu dengan banyak cara. Walaupun kadang terasa berat namun bila iman percaya pada Allah maka Allah memberi suatu kebaikan baginya, itulah perjalanan Yusuf mulai dari dibenci saudara-saudaranya, dijual,dijadikan budak dan difitnah namun Yusuf tetap pada prinsip sekali beriman tetap beriman. Tidak mau jatuh oleh tawaran dunia ini, namun ia ingin menyadarkan orang lain bahwa Allah yang ia percaya adalah Allah yang membuka jalan bagi orang yang berbuat baik. Janganlah balas kejahatan dengan kejahatan, inilah prinsip yusuf sepanjang hidupnya. 2 Semasih hidupnya sang papanya tercinta yakni Yakub, hidup mereka aman-aman saja baik perasaan saudara-saudara Yusuf yang dulu pernah menjualnya. Mereka hidup saling mengasihi, dan adanya suatu penghargaan dari orang Mesir bagi keluarga Yusuf di Tanah Gosyen, mereka hidup senang sebagai petani dan peternak. Dan hubungan antara Yusuf dengan keluarganya di Gosyen tetap hubungan sebagai keluarga dan Yusuf tidak pernah memperlakukan dirinya sebagai penguasa terhadap saudara-saudaranya. Dan memang hal inilah juga selalu ditanamkan sang ayah Yakub sebagai sentral pemersatu, harus hidup baik diantara saudara-saudaranya. Dan hal ini juga kehendak Allah, sebab diatas segala-galanya adalah kasih mengasihi, dan bukan dendam mendendam. Kalau hidup saling mengasihi maka kehidupan ini alangkah indahnya, namun jikalau hidup saling mendendam dan mementingkan kehendak maka akan menemui permusuhan, pertikaian dan pengorbanan. 3 Kematian sang AyahYakub, membawa dukacita bagi Yusuf dan saudara-saudaranya, sebab seorang sosok Yakub sebagai pemersatu telah tiada seketika itu juga Yusuf merebahkan dirinya di atas jenasah Ayahnya sambil menangis, demikian juga saudara-saudara ikut merasa sedih dan mereka berkabung selama 70 hari untuk memberi suatu penghormatan bagi Yusuf yang saat itu adalah penguasa di Mesir dan Raja Mesir mengijinkan Yusuf dan saudara-saudaranya untuk menguburkan ayah mereka di Kanaan seperti yang diamanahkan sang Ayah dan ini mereka taati sebab hal itu merupakan perbuatan terpuji, serta lewat itu maka mereka taat pada apa yang diajarkan Yakub sepanjang hidupnya. 4 Setelah penguburan sang Ayah, tentunya bagi Yusuf merasa kesepian, namun bagi saudara-saudaranya suatu ketakutan,sebab teringat kembali mereka apa yang pernah mereka perbuat dahulu saat masih hidup di Kanaan semasa remaja bersama sang ayah. Kini yang mereka segani sebagai sentral penasihat sudah tiada. Mereka serasa akan segera dihukum bahkan dibunuh oleh Yusuf yang memiliki kuasa, mereka serasa hidup tidak lama lagi. Pikiran mereka yang dahulu mendendam akan di balaskan dengan dendam pula oleh Yusuf. Mereka pernah berbuat jahat pada sang penguasa, saat ini jika hal itu terjadi mereka tidak punya kemampuan dan sang pembela telah pergi. Maka dengan memberanikan diri mereka mengutus utusannya untuk menemui Yusuf dan menguntai kata seolah-olah ini juga adalah amanah ayahnya pada Yusuf. Mereka memohon ampunan dari segala kejahatan-kejahatan dan dendamnya dahulu. Ternyata dalam ketakutan teringat apa yang pernah diperbuat serta rela minta maaf serta merelakan dirinya menjadi budak di tanah kekuasaannya itu. Mereka merasa hal itu akan meluluhkan hati Yusuf, ternyata bagi Yusuf dendam tidak pernha ada Karena saat saudara saudaranya dulu datang membeli gandum pun sebenarnya bisa dia lakukan namunn Yusuf sadar bahwa manusia tidak baik berbalas dendam. 5 Prinsip hidup sang penguasa Yusuf adalah mengasihi, tetap memberi ketenangan dan kenyamanan bagi saudara-saudaranya tinggal di Mesir, sebab dia tidak akan pernah mengambil alih kehendak Allah menjadi suatu perbuatan bagi saudara-saudaranya untuk membalaskan ayat 19. Maka dengan kata “Jangan takut, aku akan menanggung makananmu dan makanan anak-anakmu” dan Yusuf menghibur mereka dan menyenangkan hati mereka ayat 20-21. Perbuatan Yusuf inilah perbuatan Kristiani, sebab dia tidak melakukan hal-hal yang negative terhadap saudara-saudaranya. Dia mengasihi sesamanya. Pointer Sebagai orang percaya pada Kristus jangan kita melakukan hal-hal yang menyakitkan hati sesame kita termasuk saudara kita saudara Yusuf Janganlah mencurigai hal-hal yang negative terhadap orang lain termasuk saudara kita saudara Yusuf Hiduplah tidak mendendam/tidak mengingat-ingat kesalahan masa lalu yang diperbuat orang lain Hiduplah mau memaafkan sesama kita, karena hidup ini adalah harus saling mengasihi terhadap sesame Yusuf Di dalam keluarga kita janganlah terjadi perselisihan di antara sesama saudara bila orang tua sudah tidak ada bersama kita Yusuf 6 Binalah hubungan yang baik di tengah-tengah keluarga kita. Jadikan dasarnya Yesus GBKP Pondok Gede Pdt. A Brahmana 081317054961 Catatan Sermon Salah satu gaya hidup orang percaya adalah mengampuni. Dan untuk dapat mengampuni bukan pekara mudah, karena dosa yang telah pernah menguasai manusia membuat hawa nafsu mementingkan diri sendiri/egois menguasai manusia dan salah satu tampilannya ialah sudah mengampuni orang yang bersalah kepadanya. Dari dirinya sendiri sifat ini tidak akan pernah menjadi hilang pada diri manusia, kecuali ada kuasa yang sedemikian kuat dari luar dirinya untuk memampukannya menimalisasi pengaruh tersebut. Kuasa tersebut tidak lain Roh Kudus”. Ada 5 hal penting mengenai “Saling mengampuni” 1 Mengampuni kesalahan orang lain bukan sesuatu yang membanggakan orang duniawi, tetapi bagi orang percaya tidak demikian; 2 Kejahatan membalas kejahatan bukan menyelesaikan masalah, tetapi sebaliknya kejahatan terus meningkat; 3 Mengampuni salah saudara kita, doa kita didengarkan Tuhan; 4 Seperti kita sendiri merindukan agar orang mengampuni kesalahan kita, tentu orang lain juga demikian Mat. 712; 5 Pemahaman dan pengertian bahwa kita sudah sertai, dipimpin dan diberkati, walaupun sebelumnya kita di jolimi, atau dibuat menderita tidak membuat kita menjadi dendam, tetapi mengampuni. 3 Job 4215 Artikel lain yang terkait Gênesis 5015-21 And when Joseph's brethren saw that their father was dead, they said, Joseph will peradventure hate us, and will certainly requite us all the evil which we did unto him. Quando os irmãos de Joseph viram ... Ele foi profundamente afetado por esta comunicação. Esforçando-se para dissipar seus medos, deu-lhes as garantias mais fortes de seu perdão e exibiu uma bela característica de seu próprio caráter piedoso, além de parecer um tipo eminente do Salvador. Gênesis 5014 Gênesis 5022,23 Continua após a publicidade Confira também Gênesis 5015-21 em outros comentários bíblicos Através da Série C2000 da Bíblia por Chuck Smith E José caiu sobre o rosto de seu pai, e chorou sobre ele, e o beijou. E José ordenou a seus servos, os médicos, que embalsamassem seu pai; e os médicos embalsamaram Israel. E quarenta dias se cumprira... Bíblia anotada por Gaebelein CAPÍTULO 50 O ENTERRO DO RETORNO E MORTE DE JACÓ E JOSÉ _1. A dor de José Gênesis 501 _ 2. O sepultamento Gênesis 504 3. O retorno ao Egito Gênesis 5014 4. A morte de José ... Comentário Bíblico de Adam Clarke Verso Gênesis 5015. _ VIU QUE SEU PAI ESTAVA MORTO _] Isso imediatamente argumenta tanto a _ sentimento de culpa _ em suas próprias consciências e uma _ falta de _ _ confiança _ em seu irmão. Eles po... Comentário Bíblico de Albert Barnes - O Enterro de Jacó 10. אטד 'āṭâd Atad, “o espinheiro”. 11. מצרים אבל 'ābêl - mı̂tsrayı̂m, Abel-Mitsraim, “luto de Mizraim” ou campina de Mizraim . Este capítulo registra o enterro de Jacó e a... Comentário Bíblico de João Calvino 15. _ E quando os irmãos de Joseph viram que o pai estava morto _. Moisés aqui relata que os filhos de Jacó, após a morte de seu pai, ficaram apreensivos, para que José não se vingasse dos danos que... Comentário Bíblico de John Gill E QUANDO OS IRMÃOS DE JOSÉ VIRAM QUE SEU PAI ESTAVA MORTO ,. E enterrado; Para isso e que se segue depois de seu retorno ao Egito, do enterro de seu pai; Embora alguns achem que era antes, e assim qu... Comentário Bíblico de Matthew Henry 15-21 Vários motivos podem fazer com que os filhos de Jacó continuem no Egito, apesar da visão profética que Abraão teve de sua escravidão ali. Julgando Joseph pelo temperamento geral da natureza huma... Comentário Bíblico do Estudo de Genebra E quando os irmãos de José viram que seu pai estava morto, eles disseram d José porventura nos odiará e certamente nos retribuirá todo o mal que lhe fizemos. d Uma má consciência nunca descansa... Comentário Bíblico do Púlpito EXPOSIÇÃO Gênesis 5015 E quando literalmente e os irmãos de Joseph viram que seu pai estava morto, eles literalmente, e eles disseram Joseph porventura nos odeia, - literalmente, se Joseph nos... Comentário de Coke sobre a Bíblia Sagrada QUANDO OS IRMÃOS DE JOSEPH VIRAM— Não se pode ter uma prova mais forte da ansiedade inquieta de uma consciência culpada, do que nesta mensagem e no endereço dos irmãos de Joseph a ele; nada pode descr... Comentário de Dummelow sobre a Bíblia O ENTERRO DE JACÓ, E A MORTE DE JOSÉ 2. Pela importância atribuída pelos egípcios à preservação do cadáver veja em Gênesis 4019. O processo, que foi tão minucioso que múmias do tempo de José podem se... Comentário de Ellicott sobre toda a Bíblia JOSEPH WILL PERADVENTURE... — Heb., _What if Joseph should hate us,_ &c. They had not seen any change in his treatment of him, but if it were the case that he cherished feelings of revenge, they felt... Comentário de Frederick Brotherton Meyer JOSEPH AMA ATÉ A MORTE Gênesis 5015 O medo dos irmãos de José ilustra a insegurança de uma posição que é concedida apenas na licitação do terno capricho do amor, à parte da satisfação baseada na jus... Comentário de Joseph Benson sobre o Antigo e o Novo Testamento _José, porventura, nos odiará_ Enquanto seu pai vivia, eles pensavam que estavam protegidos sob sua sombra; mas agora que ele estava morto, eles temiam o pior. Uma consciência culpada expõe os homens... Comentário de Leslie M. Grant sobre a Bíblia ENTERRO DE JACOB A tristeza de José pela morte de seu pai é vista no versículo 1. É um estudo interessante considerar as ocasiões em que José chorou. Em contraste com o enterro, como em out... Comentário de Peter Pett sobre a Bíblia OS IRMÃOS TEMEM POR SUAS VIDAS NA MORTE DE JACÓ 50 14-21 . O objetivo principal desta seção não é tanto lidar com os temores dos irmãos em relação a José, mas enfatizar que tudo o que aconteceu ac... Comentário de Sutcliffe sobre o Antigo e o Novo Testamentos Gênesis 502 . _Os médicos embalsamaram Israel. _Os egípcios nos primeiros tempos construíram pirâmides para conter seus mortos e os preservaram da putrefação pela pasta balsômica. Isso foi feito por... Comentário popular da Bíblia de Kretzmann E quando os irmãos de José viram que seu pai estava morto, disseram José, porventura, nos odiará e certamente nos retribuirá todo o mal que lhe fizemos. Eles pensaram que tinha sido apenas por causa... Comentário popular da Bíblia de Kretzmann Joseph tranquiliza seus irmãos... Exposição de G. Campbell Morgan sobre a Bíblia inteira Aqui temos uma visão estranha e maravilhosa. Jacó foi enterrado com pompa egípcia, mas na terra da promessa. Assim, finalmente, depois de uma carreira marcada desde o início, Jacob entrou em seu desca... Hawker's Poor man's comentário Quão amáveis ​​são esses preceitos do evangelho, e quanta influência deles, decorrente do mesmo dom do ESPÍRITO Todo-Poderoso, estava na mente de Joseph! Colossenses 312 ; Mateus 612 ; Efésios 431... Horae Homileticae de Charles Simeon DISCOURSE 62 JOSEPH’S BRETHREN FULFILLING THE PROPHECY RESPECTING THEM Gênesis 5015. And when Joseph’s brethren saw that their father was dead, they said, Joseph will peradventure hate us, and will... John Trapp Comentário Completo E quando os irmãos de José viram que seu pai estava morto, disseram José, porventura, nos odiará e certamente nos retribuirá todo o mal que lhe fizemos. Ver. 15. _José provavelmente nos odiará. _] Um... Notas Explicativas de Wesley José provavelmente nos odiará - Enquanto seu pai vivia, eles pensavam que estavam seguros sob sua sombra; mas agora que ele estava morto, eles temiam o pior. Uma consciência culpada expõe os homens a... O Comentário Homilético Completo do Pregador NOTAS Gênesis 5015 . Joseph irá porventura nos odeiam, e certamente nos retribuirá todo o mal que lhe fizemos.] A tradução literal é- _Se Joseph agora deve punir-nos_ , _e retribuirá todo... O ilustrador bíblico _Perdoar_ A MENSAGEM DE SEUS IRMÃOS PARA JOSEPH A morte de grandes personagens é freqüentemente seguida de grandes mudanças; a culpa consciente estando sempre viva para o medo; e o abismo que se se... Série de livros didáticos de estudo bíblico da College Press PARTE QUARENTA E SETE OS ÚLTIMOS DIAS DE JACOB E JOSEPH Gênesis 481 a Gênesis 5026 O relato bíblico 48 E aconteceu depois destas coisas que alguém disse a José Eis que teu pai está doente; e... Sinopses de John Darby O COMENTÁRIO A SEGUIR COBRE OS CAPÍTULOS 48, 49 E 50. Por fim, no capítulo 48, além do caráter profético importante na história de Israel, vemos José como herdeiro; a porção dobrada marca do mais vel... Tesouro do Conhecimento das Escrituras o pai deles. Gênesis 2741 Gênesis 2742 Joseph. Gênesis 4217 Levítico 2636... Continua após a publicidade Antigo Testamento Gênesis Êxodo Levítico Números Deuteronômio Josué Juízes Rute 1 Samuel 2 Samuel 1 Reis 2 Reis 1 Crônicas 2 Crônicas Esdras Neemias Ester Jó Salmos Provérbios Eclesiastes Cântico dos Cânticos Isaías Jeremias Lamentações Ezequiel Daniel Oséias Joel Amós Obadias Jonas Miquéias Naum Habacuque Sofonias Ageu Zacarias Malaquias Novo Testamento Mateus Marcos Lucas João Atos Romanos 1 Coríntios 2 Coríntios Gálatas Efésios Filipenses Colossenses 1 Tessalonicenses 2 Tessalonicenses 1 Timóteo 2 Timóteo Tito Filemom Hebreus Tiago 1 Pedro 2 Pedro 1 João 2 João 3 João Judas Apocalipse Bacaan Firman Tuhan Kejadian 50 15-21 Jika mengikutii kisah Yusuf dan saudara-saudaranya sejak timbulnya kecemburuan dan kebencian dan kebencian saudara-saudara Yusuf hingga Yusuf menjadi penguasa di Mesir dan sampai perjumpaan kembali mereka yang bersaudara. Memberikan kita pelajaran yang berharga Kebencian dan sakit hati tidak berdampak bagi kebaikan Allah tetap menyertai orang yang selalu menyerahkan hidup kepadaNya Pengampunan membawa pada kebaikan hidup Jika menyimak perjalanan hidup Yusuf pastinya kita akan kagum, bagaimana penderitaan dan kesusahan yang di alaminya mulai dari saudara-saudaranya sampai dengan perjuangannya mempertahankan iman ditengah-tengah hidup yang penuh cobaan di Mesir. Pada akhirnya dapat kita saksikan bahwa perbuatan jahat saudara-saudaranya yang membawa hidupnya pada penderitaan tidak dibalaskannya. Menyimak kisah Yusuf dan saudara-saudaranya harus juga kita refleksikannya dalam kehidupan kita. Ada banyak orang yang mengatakan bahwa untuk memaafkan bukanlah semudah teori-teori ataupun khotbah-khotbah. Namun apapun alasan yang boleh kita sampaikan, kisah dari Yusuf ini juga ingin mengingatkan kita bahwa pengampunan bukanlah seperti hukum ataupun aturan yang harus atau tidak, mau atau tidak mau untuk dilakukan, namun mengampuni adalah pola dasar sikap dan tindakan orang yang percaya kepada Tuhan. Sebab kita hidup dalam iman kepada Kristus adalah karena pengampunan dari kasih Allah yang besar. Ragam kondisi situasi kehidupan yang akan kita lalui dalam hidup ini, suka atau tidak suka kita akan diperhadapkan pada situasi untuk mengampuni tanpa memperhitungkan besar kecilnya kesusahan yang ditimbulkan bagi kita. Dalam Matius 1822 Tuhan Yesus mengajarkan bagi kita untuk mengampuni “Tujuh puluh kali tujuh laki”, yang mau dikatakan ingin menghitung-hitung berapa yang telah diampuni dan berapa yang belum diampuni, namun pengampunan itu tidak ada batasnya.. Tidak hanya mengampuni, kita juga harus siap untuk diampuni. Jika kita mu untuk memaafkan maka kita juga harus mau untuk dimaafkan. Kebaikan yang terjadi antara Yusuf dan saudara-saudaranya karena memang terjalinnya sikap Yusuf yang mau memaafkan dan saudara-saudaranya yang mau mengakui kesalahan. Ada saja kelemahan kita dan kelemahan orang lain yang dapat merusak hubungan satu dengan yang lain. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengajarkan kita berdoa “Ampunilah kesalahan kami, seperti kami mengampuni orang yang bersalah kepada kami”. Bagaimana kita mau untuk membuka diri untuk saling mengampuni dan saling mengaku kesalahan. Sehingga jangan kita untuk menahan diri untuk melakukan kebaikan. Ketika kita mau mengampuni dan mau untuk mengaku kesalahan, kita sedang membuang beban dari diri kita. Semakin kita menutup diri untuk mengampuni dan mengakui kesalahan semakin kita menambah beban dalam diri kita. Supaya kita jangan terbelenggu oleh amarah, kebencian, sakit hati, iri hati, rasa bersalah, sebab sikap-sikap seperti ini tidak akan membawa dampak positif apa-apa dalam hidup kita selain menambah beban bagi diri kita. Mari kita saling membuka diri untuk kebaikan bersama. Kita dapat belajar betapa indahnya saling mengampuni, sebab kita sedang hidup dalam rancangan Tuhan yang indah menuju keselamatan dari Tuhan kita Yesus Kristus. Doa Tuhan kuatkan aku agar tetap teguh dalam iman kepadaMu, supaya aku jangan berbuat seturut kehendakku. Mampukan aku memahami kekurangan orang lain dan juga kekurangan diriku. Amin 15 Vendo então os irmãos de José que seu pai já estava morto, disseram Porventura nos odiará José e certamente nos retribuirá todo o mal que lhe Portanto mandaram dizer a José Teu pai ordenou, antes da sua morte, dizendo17 Assim direis a José Perdoa, rogo-te, a transgressão de teus irmãos, e o seu pecado, porque te fizeram mal; agora, pois, rogamos-te que perdoes a transgressão dos servos do Deus de teu pai. E José chorou quando eles lhe Depois vieram também seus irmãos, e prostraram-se diante dele, e disseram Eis-nos aqui por teus E José lhes disse Não temais; porventura estou eu em lugar de Deus?20 Vós bem intentastes mal contra mim; porém Deus o intentou para bem, para fazer como se vê neste dia, para conservar muita gente com Agora, pois, não temais; eu vos sustentarei a vós e a vossos filhos. Assim os consolou, e falou segundo o coração deles.

ilustrasi kejadian 50 15 21